Seorang pria perantau di ibukota dari daerah Sumatera Ricky, berencana akan pulang mudik pada lebaran bulan depan, tetapi sebelum berangkat ia menelpon saudaranya dan menanyakan oleh-oleh yang diinginkannya.
"Halo... Evi kalau abang pulang nanti kamu minta oleh-oleh apa ?", tanyanya kepada Evi adiknya.
"Eh, benar nih bang ? Kalau boleh aku minta HP lah bang !”, sahut Evi menyambutnya dengan gembira.
"Bagus, permintaan kamu nanti abang bawakan", sahut Ricky lalu dia bertanya lagi kepada adik sepupunya Eko,
"Kalau kau, Eko apa yang kamu minta ?"
“Kaca mata saja bang, biar aku gaya sedikit nih !", jawab Eko.
"Oke pasti akan abang bawakan", kata Ricky lagi. Kemudian dia bertanya lagi dengan teman baiknya Hendra.
"Bagamana dengan kau Hendra? Kamu mau dibawakan apa ?”
"Aku minta dompet kulit yang aslilah Bang, di sini adanya tiruan semua"
"Oh.. gampang itu ! Tentunya abang bawakan buat kau"
"Wiwien, kau ingin apa ?", tanyanya lagi kepada teman sekolahnya.
"Wah, kebetulan bang, aku nggak punya ikat pinggang nih, tolong bawakan aku ikat pinggang sajalah.", jawab Wiwien dengan senang.
"Ah kamu Win, jangan yang susah dong mintanya ? Kalau hp, kaca mata, dan dompet itu perkara mudah mendapatkannya, tapi kalau ikat pinggang...susah sekali mengambilnya, karena bila aku tarik itu dari pinggang orangnya..pasti ketahuan", kata Ricky.
"Halo... Evi kalau abang pulang nanti kamu minta oleh-oleh apa ?", tanyanya kepada Evi adiknya.
"Eh, benar nih bang ? Kalau boleh aku minta HP lah bang !”, sahut Evi menyambutnya dengan gembira.
"Bagus, permintaan kamu nanti abang bawakan", sahut Ricky lalu dia bertanya lagi kepada adik sepupunya Eko,
"Kalau kau, Eko apa yang kamu minta ?"
“Kaca mata saja bang, biar aku gaya sedikit nih !", jawab Eko.
"Oke pasti akan abang bawakan", kata Ricky lagi. Kemudian dia bertanya lagi dengan teman baiknya Hendra.
"Bagamana dengan kau Hendra? Kamu mau dibawakan apa ?”
"Aku minta dompet kulit yang aslilah Bang, di sini adanya tiruan semua"
"Oh.. gampang itu ! Tentunya abang bawakan buat kau"
"Wiwien, kau ingin apa ?", tanyanya lagi kepada teman sekolahnya.
"Wah, kebetulan bang, aku nggak punya ikat pinggang nih, tolong bawakan aku ikat pinggang sajalah.", jawab Wiwien dengan senang.
"Ah kamu Win, jangan yang susah dong mintanya ? Kalau hp, kaca mata, dan dompet itu perkara mudah mendapatkannya, tapi kalau ikat pinggang...susah sekali mengambilnya, karena bila aku tarik itu dari pinggang orangnya..pasti ketahuan", kata Ricky.


