Friday, May 29, 2009

JANGAN YANG SUSAH

Seorang pria perantau di ibukota dari daerah Sumatera Ricky, berencana akan pulang mudik pada lebaran bulan depan, tetapi sebelum berangkat ia menelpon saudaranya dan menanyakan oleh-oleh yang diinginkannya.
"Halo... Evi kalau abang pulang nanti kamu minta oleh-oleh apa ?", tanyanya kepada Evi adiknya.
"Eh, benar nih bang ? Kalau boleh aku minta HP lah bang !”, sahut Evi menyambutnya dengan gembira.
"Bagus, permintaan kamu nanti abang bawakan", sahut Ricky lalu dia bertanya lagi kepada adik sepupunya Eko,
"Kalau kau, Eko apa yang kamu minta ?"
“Kaca mata saja bang, biar aku gaya sedikit nih !", jawab Eko.
"Oke pasti akan abang bawakan", kata Ricky lagi. Kemudian dia bertanya lagi dengan teman baiknya Hendra.
"Bagamana dengan kau Hendra? Kamu mau dibawakan apa ?”
"Aku minta dompet kulit yang aslilah Bang, di sini adanya tiruan semua"
"Oh.. gampang itu ! Tentunya abang bawakan buat kau"
"Wiwien, kau ingin apa ?", tanyanya lagi kepada teman sekolahnya.
"Wah, kebetulan bang, aku nggak punya ikat pinggang nih, tolong bawakan aku ikat pinggang sajalah.", jawab Wiwien dengan senang.
"Ah kamu Win, jangan yang susah dong mintanya ? Kalau hp, kaca mata, dan dompet itu perkara mudah mendapatkannya, tapi kalau ikat pinggang...susah sekali mengambilnya, karena bila aku tarik itu dari pinggang orangnya..pasti ketahuan", kata Ricky.

Sunday, May 17, 2009

I'M SORRY

Hanum seorang cewek yang nggak begitu bisa berbahasa Inggris, tanpa sengaja ia menubruk seorang bule ketika jalan-jalan di Mall.
“I’m sorry.”, kata Hanum.
“I’m sorry, too.”, sahut si bule sambil tersenyum. Hanum bingung, koq bulenya menjawab begitu. Lalu tanpa pikir lagi ia menimpali,
“Oh yes, I’m sorry three.”
“What for ?”, tanya si bule berbalik bingung.
“Lho koq seperti berhitung sih, wah diterusin aja kali...”, pikir Hanum. Kemudian Hanum berkata lagi,
“I’m sorry, five.”
“Are you sick ?”, tanya si Bule lagi.
“Waduh, benar kan... memang berhitung, tapi kapan selesainya nih ?” katanya dalam hati. Lalu sambil berlari meninggalkan bule tersebut Hanum berteriak,
“I’m sorry, seven, bye bye !!”

ANAK MAJIKAN

Pada suatu hari di sebuah PUSKESMAS, ada seorang ibu genit dan seorang anak kecil, sedang berobat dengan dokter yang jaga.
“Silakan duduk, yang sakit siapa bu ?”, tanya dokter.
“Anak ini dok, umurnya sudah sebelas bulan tapi koq sakit-sakitan dan badannya kurus nggak bisa gemuk-gemuk″, kata Lina, nama ibu genit itu.
“Selama ini anak tersebut minum ASI apa susu tambahan ?”, tanya dokter lagi.
“ASI dok !”, jawab Lina.
”Oh…kalau begitu coba saya periksa payudara ibu, maaf bisa dibuka kancingnya ?..”, kata dokter.
“Baik, dok...”, sahut Lina. Ia langsung membuka bajunya tanpa malu-malu karena ia merasa senang sekali kalau diperiksa oleh dokter yang ganteng.
Sang dokterpun akhirnya memeriksa payudara ibu Lina dengan sexsama, ditekan sana ditekan sini …. ibu Lina pun menikmati pemeriksaan sang dokter. Kemudian dokter berkata,
“Pantas anak ibu ini kurus dan tidak sehat, karena payudara ibu nggak ada isinya !”
“Maaf dok, ini bukan anak saya .. tapi anak majikan saya…”, jawab Lina.

NGANTUK APA SUDAH TAHU

Susi dan Sumi adalah dua orang bersahabat, awalnya mereka dipertemukan di salah satu sekolah menengah kejuruan di Jakarta. Persahabatan keduanya berjalan dengan baik hingga mereka berpisah hingga tamat sekolah.
Setelah berpisah selama lebih kurang lima tahun, akhirnya Susi dan Sumi bertemu kembali di suatu tempat. Susi sendiri tidak mengetahui kalau sahabatnya Sumi sudah meninggal sebulan yang lalu, akibat kecelakaan. Mobil yang dikendarai Sumi ringsex setelah menabrak pohon akibat sopirnya mabuk.
Sumi mengajak Susi untuk main ke rumahnya padahal saat itu waktu sudah menunjukan pukul 19.00 WIB, mestinya Susi sudah harus pulang ke rumahnya. Tetapi karena mereka masih rindu baru ketemu kembali akhirnya Susi memenuhi permintaan Sumi. Tanpa curiga satu sama lain, mereka pun pergi ke rumah Sumi. Dirumah Sumi kebetulan tidak ada siapa-siapa karena kedua orangtuanya sedang pergi keluar kota. Lalu keduanya berjanji akan berpisah kalau mereka sudah mengantuk. Sumi pun lebih banyak mengajak Susi bercanda, namun setelah cukup lama mereka saling bersenda gurau, tiba-tiba HP nya Susi terjatuh dan ketika memungutnya, Susi merasa merinding bulu kuduknya dan baru menyadari kalau kaki Sumi melayang.
"Sumi, aku pulang ya. Aku sudah ngantuk nih," kata Susi kemudian.
Sumi pun menjawab, “Kamu sudah ngantuk, apa sudah tahu ?"

Saturday, May 16, 2009

JANGAN HENTIKAN ITU

Seorang ibu berkata pada anak perempuannya Cumi yang baru beranjak remaja,
“Apabila seseorang pria melakukan pelecehan terhadapmu dengan menyentuh atau memegang bagian atasmu, kamu harus berkata : Jangan !”
“Lalu jika dia menyentuh bagian bawahmu, segera larang dia… Katakan : Hentikan itu !”, kata ibunya lagi.
Pada suatu hari Cumi pulang ke rumah dan memberitahukan ibunya bahwa dia telah mendapat perlakuan pelecehan seksual oleh seseorang pria.
Ibunya berang sekali dan menanyakan anaknya apakah dia telah menolak pria itu. Sambil memperlihatkan wajah yang tak bersalah Cumi menjawab,
“Pria itu menyentuh bagian atas dan bawahku secara bersamaan bu, lalu aku telah berkata : Jangan hentikan itu !!”

JANDA TIGA KALI

Murni seorang janda tiga kali sedang memeriksakan diri pada seorang dokter kandungan. Ketika dokter hendak memeriksa Murni berkata dengan dokter tersebut,
“Dok, hati-hati meriksanya ya, saya masih perawan lho !”
“Lho ? Katanya ibu sudah janda tiga kali, mana bisa masih perawan ?”, tanya dokter.
“Begini lho dok, mantan suami saya yang pertama ternyata impoten nggak bisa penetrasi, jadi saya masih perawan….”, jawab Murni.
“Oh begitu, tapi suami ibu yang kedua nggak impoten kan ?”, tanya dokter kemudian.
“Betul dok, cuma dia gay, jadi saya nggak diapa-apakan juga sama dia tuh !”, sahut Murni.
“Lalu suami ibu yang ketiga nggak impoten dan bukan gay kan ?”, tanya dokter lagi.
“Betul dok, mantan saya yang ketiga ini adalah seorang Politisi.”, jawab Murni lagi.
“Lho, apa hubungannya dengan keperawanan ibu ?”, kata dokter heran
“Dia cuma janji-janji melulu dok, nggak pernah ada realisasinya !”

TINGGAL KANGKUNG DOANG

Pada saat kereta api melaju dengan kencang hendak melewati sebuah perkampungan. Di perkampungan tersebut ada seorang ibu penjual gado-gado pecel yang baru selesai mencuci serbetnya yang berwarna merah. Selesai mencuci dia mengibaskan serbet tersebut untuk dijemur di pagar pembatas antara rel kereta dengan kampung. Sang masinis, yang saat itu juga melihat si ibu mengibas-ngibaskan kainnya, menyangka ada tanda bahaya. Karena khawatir bahaya, masinis segera mengerem keretanya secara mendadak hingga menyebabkan beberapa penumpang kereta terjungkal.
Lalu masinis nonggol dari jendela dan bertanya pada ibu tersebut, "Ada apa bu, ... ada apa?"
Ibu penjual gado-gado pecel pun menjawab dengan santai, "Wah sudah habis, Pak ! Tinggal kangkung doang !"

JANGAN DUA-DUANYA

Seorang mahasiswa semester satu, Epri yang baru saja duduk di bangku sebuah Perguruan Tinggi di China mengirimkan surat kepada kedua orang tuanya di sebuah desa terpencil di Indonesia :
"Bapak dan Ibu, alhamdulillah, saat ini saya sudah mulai kuliah di China. Kuliahnya dari pagi sampai sore. Teman-temanku di sini baik-baik, malah banyak juga yang berasal dari Indonesia. Saya juga sudah kost, biayanya agak mahal sedikit seribu ribu dollar per bulan. Oh ya, Bapak dan Ibu, nilai IP saya semester satu ini sudah keluar, yaitu 3,6. Doakan saya semoga kerasan tinggal di China"
Sebulan kemudian, Epri menerima balasan surat dari orangtuanya :
"Anakku, alhamdulillah kamu sudah mulai kuliah. Kami berdua mengharapkan kau cepat lulus dan membantu menyekolahkan adik-adikmu. Mohon maaf bila bulan depan uang kiriman kami agak telat, soalnya harga gabah sedang turun, kata orang-orang desa akibat Indonesia import beras dari China.
Cuma kami agak sedikit kecewa melihat nilai kamu. Waktu di Ibtidaiyah, Tsanawiyah hingga Aliyah, nilai kamu kan tidak pernah di bawah 8, malah sering 9. Kok sekarang cuma 3,6 ? Ayo nak, rajin-rajinlah belajar. Jangan-jangan ini karena kamu tidak fokus ke kuliahmu ya ? Mungkin karena kamu ikut-ikutan kost yang bayarnya mahal itu ? Makanya nak, jangan diikuti semua, kalo mau kuliah ya kuliah, kost ya kost, jangan dua-duanya…."

MAKAN YANG ADA DI KORAN

Pada jaman sekarang ini pluktuasi harga selalu tidak menentu, sering mengakibatkan pembeli dan penjual ribut tawar menawar. Di satu sisi, si pembeli menghendaki harga lama, sementara di sisi lain, si penjual menghendaki harga baru. Hal seperti ini juga tejadi antara pembeli Ibu Dina dan tukang sayur yang lugu.
“Bang, satu potong tempe ini harganya berapa?”, tanya ibu Dina.
“Sekarang harganya sudah naik jadi Rp 5.000,--…”
“Hah…! Mana mungkin naik setinggi itu. Sungguh aneh, dari lima ratus rupiah koq bisa menjadi lima ribu rupiah. Padahal kalau di koran hari ini, harga tempe setelah naik menjadi sekitar seribu rupiah saja.”, sahut ibu Dina ngotot.
“Kalau di koran murah, makan aja tempe yang ada di koran !!!”

SUDAH MENINGGAL

Pada suatu hari di SD tempat Ojan sekolah mengadakan pemotretan bersama. Setelah fotonya jadi, ibu guru Henny membujuk murid-muridnya untuk membeli foto tersebut.
"Kalian mestinya membeli foto ini, mumpung semua teman-teman kalian masih lengkap berkumpul. Foto ini akan memberikan kenangan yang manis. Dan suatu hari nanti ketika kalian sudah pada besar-besar lalu melihat foto ini, ibu yakin kalian pasti akan senang".
Semua murid diam dan tidak berkata-kata, kemudian ibu guru Henny melanjutkan,
"Coba bayangkan, nanti kalian akan melihat foto ini dan berkata,.....Oh ini si Budi, sekarang sudah jadi dokter. Ini Toni, sekarang jadi pejabat, ini Rini yang sekarang jadi artis, yang ini…..."
Ojan di belakang menyela, "...Yang ini bu guru, sekarang sudah meninggal…"

PENYELAMAT

Rani seorang wanita cantik tengah menikmati perjalanan dengan kapal pesiar. Untuk mengenang perjalanannya, dia menulis dalam buku hariannya.
Tanggal 12, Hari ini adalah hari keberuntungan buatku. Aku berhasil berkenalan dengan kapten kapal dan ternyata dugaanku benar. Dia sangat gagah dan ganteng sekali...Oh beruntungnya aku.
Tanggal 13, Aku tersanjung karena ketika tanpa kuduga sang kapten mengajakku makan malam dan dia juga memuji kecantikanku...Aku merasa senang sekali.
Tanggal 14, Untuk kedua kalinya dia mengajak makan malam lagi. Tetapi Sang kapten ternyata nakal juga. Dia mulai berani mengajakku bercinta dan menunggu jawabanku besok.
Tanggal 15, Sang Kapten menagih janji. Aku berusaha menolaknya secara halus. Namun sungguh diluar dugaan, dia mengancam akan menenggelamkan kapal beserta 1000 penumpangnya.
Tanggal 16, Luar biasa ! Hari ini aku merasa bahagia sekali karena telah menyelamatkan nyawa 1000 penumpang.

BELUM ADA LAGI

Sony bertemu dengan sahabatnya Agus. Namun anehnya Agus memperlihatkan wajah murung. Wajahnya seperti diselimuti oleh mendung, padahal hari itu sangat cerah sekali.
"Kenapa lu Gus, kok kayaknya sedih banget?", tanya Sonny.
"Tiga minggu yang lalu oom gue meninggal dunia, terus gue dapat warisan seratus juta rupiah...", sahut Agus.
"Lho, hebat dong !", potong Sony.
"Dengar dulu...cerita gue belum selesai. Nah, seminggu kemudian salah seorang saudara sepupu gue meninggal karena kecelakaan. Gue dapat warisan motor Mercy-nya", sahut Agus lagi.
"Wah, bagus bangetz nasib lu !", teriak Sony lagi.
"Terus, minggu lalu kakek gue meninggal dunia karena sakit. Nah yang ini gue dapat warisan tujuh juta rupiah dan sebuah rumah di Kebayoran"
"Eh…Gila lu ye…berturut-turut lu dapat tuh?! Lalu kenapa lu kelihatannya sedih banget hari ini?"
"Masalahnya, minggu ini belum ada yang meninggal lagi tuh !", jawab Agus.

SERIBU TIGA SETENGAH TAHUN

Pada hari Sabtu yang lalu di Museum Zoology Bogor, para turis sedang melihat-lihat kerangka Ikan Paus Biru (Blue Whale). Salah satu dari mereka bertanya kepada Angga Zhaky, pemandu museum tersebut, "Mas, berapa umur kerangka ikan paus ini?"
Angga Zhaky menjawab, "Seribu tiga tahun dan enam bulan."
"Wow hebat, angka yang sangat rinci," jawab si turis, "Bagaimana anda bisa tahu
umur yang sangat persis seperti itu?"
Angga Zhaky menjawab lagi, "Oh, gampang saja. Umur tulang belulang itu seribu tahun persis saat saya mulai bekerja disini, dan sampai sekarang saya sudah bekerja di sini selama tiga setengah tahun..."

PRAMUGARI

Pada suatu hari didalam sebuah pesawat ADEM AYEM AIR Toni Ewok merasa kaget, terkejut, terkesima, geli, sakit perut dan sakit rahang gara-gara tertawa terbahak-bahak mendengar seorang pramugari waria berdiri di depan para penumpang dan memperagakan keselamatan penerbangan sambil berkata-kata :
“Ledis en jentelmen, bekudis ditempel semen, sesuai peraturan penerbangan, jadi eike mawar kasi liat cara pake itu sabuk yang ada di pinggang yey, baju buat mengapung-apung, en masker oksigen dikala napas sesek. Biar yey nantinya bisa slamet, coba sini diliat dulu cara pasang itu sabuk yang melilit di pinggang yey, cara ngunci biar gak gampang lepas, ngencengin, dan ngelepasinnya.
Baju ngapung ada di bawah kursi yang yey dudukin, jangan dipake kecuali nanti mas kapiten ngajak berenang bareng. eit jangan lupa, itu barang jangan yey pindah-pindahin yaa, apalagi dibawa pulang buat pajangan salon. yang ketauan sama eike, bakalan ditabok kanan kiri atas bawah depan belakang deh ih...
Cara make'nya, itu baju dikalungin di leher yey, ati ati kekencengan ntar nggak bisa napas. makanya kudu ati-ati deh yah…
Biar bisa ngapung, yey tarik itu pencetan warna merah delima, atau yey tiup itu pipa nya. kalo nanti keluar lewat jendela darurat, itu baju apung dikembangin pas di luar aja deh, nanti mampet di jendela karena gak muat.
Aihh.. ampe kritiing tangan eike narikin pencetannya keras amirr.. gimana sih nih..
Eh, asal yey semua pada tau ya, ini pesawat ada dua pintu darurat di depan, ada dua di belakang, dan ada dua lagi jendela darurat di tengah-tengah. jadi keluarnya jangan rebutan ya.
Kalo nanti tiba-tiba napas sesek dan bukan karena sabuk yang di pinggang kekencengan bukan pula karena salah masang pelampung, masker oksigen bakalan nongol dari atas kepala yey, tarik aje dah trus napas kayak biasa.
Kalo ada anak kecil, yey yey yang ude tuwir mesti nolongin anaknya dulu baru yey pake sendiri.
Kartu gambar biar slamet ada di kantong kursi di depan yey duduk, silakan dibaca dan dihayati dengan sex sama yaaah..

Saya : Bety Nurbiyati Luna Maya Kesangkut Band Aril Kepatil Congcong Ewok….eh, Ewok name babe gue tuh, terimakasi… gud blesss yuuu... mariii..”